Atualitas hari ini, 02/02/2022.
Waspadalah!
Saudara/i yang terkasih, muncul lagi Tawuran di Tasi-3; menyusulnya kekerasan² di tempat² yang lain. Rupanya hal yang sudah biasa terjadi antar GAM dan telah membudaya, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga diperlihatkan banyak hal senada di luar negeri. Permusuhan, perkelahian, saling bermusuhan dan pembunuhan antar saudara sebangsa dan setanah air di TL. Ini perlu direnungkan. Mengapa terjadi demikian? Pada hal mayoritas orang di TL adalah orang² yang dikatakan beragama dan beriman.
Dan munculah berbagai reaksi yang negatif dan positif terhadapnya.
Malahan ada yang mengarahkan kritik dan tuduhan terhadap peranan Gereja tanpa menyadari bahwa dia juga anggota Gereja.
Dan dipertanyakan juga mengenai program pastoral dan katekese umat di Diosis? Baik juga bahwa masih ada kesadaran dari sebagian umat dan itu adalah harapan bagi kita. Namun perlu juga mempelajari keadaan kita. Tentu saja bisa menemukan alasannya untuk diperlihatkan sebagai pelajaran emas.
Ada pula harapan bagi orang-orang yang berada dalam kegelapan itu yang masih merindukan terang. Ini sesuai dengan tema sinodal Diosis yang berharap agar dapat direnungkan oleh umat dalam tahun-tahun ini. Jadi masih ada harapan.
Bertepatan dengan itu, muncul kerisauan masyarakat umum tentang soal degradasi/krisis etik moral, spiritual dan budaya dalam masyarakat TL. Apakah hanya ada di Tanah Air kita, ataukah suatu fenomena global?
Sekarang perlu waspada lagi terhadap peredaran baru Covid-19 dan varian omicron. Benarkah ada kenyataan demikian? Ataukah hanya segelintir orang/grup yang mulai lancarkan trik baru untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi kelompok aliansi atau negara tertentu? Waspadalah!
Saudara sekalian: dalam sikon yang rumit seperti sekarang ini hendaknya kita membangun sikap iman yang sungguh-sungguh matang, dewasa dan bijaksana untuk menghadapinya.
Mohonlah terus agar tuntunan Roh Kudus terhadap kehidupan umat dan Gerejanya yang kadang-kadang menjadi redup, dapat bangkit menjadi bersinar lagi.




