Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM Per 19 November 2022
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima Documents resmi dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, wilayah Pertahanan Komando Daerah VIII Intan Jaya tentang “Pernyataan penolakan atas MoU Genewa Swiss November 2022 di antara KOMNAS HAM RI, ULMWP dan MRP”, dan pernyataan ini telah dikirim langsung kepada Manajemen Markas Pusat Komando Nasional, Tentara Pembebasan nasional Papua Barat oleh Pimpinan TPNPB KODAP VIII Intan Jaya pada tanggal 18 November 2022.
Dalam pernyataannya mereka mengatakan bahwa menolak tegas Perjanjian (MoU Jeda Kemanusiaan) yang sepihak, tanpa melibatkan Aktor Utama Konflik Perang di Papua.
Pimpinan TPNPB KODAP VIII Intan Jaya mengeluarkan pernyataan ini dalam bentuk Video menggunakan Bahasa Ibu suku setempat, maka Staff Personalia KOMNAS TPNPB-OPM telah terjemahkannya kedalam bahasa Indonesia.
Oleh karena itu kami dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM sampaikan bahwa semua pihak boleh ikuti Pernyataan TPNPB KODAP VIII Intan Jaya dibawah ini…!!!
The TPNPB-OPM News: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka Kodap VIII Intan Jaya.
18/November/2022, Staff operasi Kodap VIII Intan Jaya Lewis Kogeya sampaikan bahwa Kami dari TPNPB Komando Daerah Pertahanan VIII Intan Jaya Ingin menyampaikan kepda pemimpin partai dan organisasi baru yang mengatasnamakan Papua Merdeka, yaitu seperti ULMWP, WPA, TWRP, MRP dan lainnya yang ingin dialog Jakarta-Papua dengan KOMNAS HAM RI, tanpa melibatkan Aktor utama pelaku konflik di tanah west Papua, maka kami TPNPB -OPM KODAP VIII Intan Jaya atas nama Rakyat Bangsa Papua dan juga atas nama TPNPB di 34 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua secara tegas menolak dialog Jakarta-Papua yang sedang dan akan di lakukan di Genewa Swiss (MoU Jeda Kemanusiaan).
Lanjut panglima KODAP VIII Intan Jaya Undius Kogeya menyatakan sikap tegas bahwa jika pernyataan sikap kami TPNPB-OPM tidk di akui/ atau di abaikan, maka kami akan eksekusi mati orang-orang yang mengatasnamakan Papua untuk dialog Jakarta-Papua bersama KOMNAS HAM RI serta melakukan operasi besar-besaran di seluruh wilayah Papua yaitu sorong sampai Merauke, dan kami tidak main-main, tetapi kami akan lakukan hal itu.
Tujuan kami berjuang bukan untuk minta Setengah Merdeka, bukan juga perdamaian antara jakarta dan Papua, melainkan kami berjuang hanya untuk Merdeka penuh di atas tanah kami, dan selamtkan kekayaan sumber daya alam kami untuk rakyat kami dan Generasi kami West Papua.
Penanggung jawab: Panglima Kodap VIII Intan Jaya:
Undius Kogeya
Wakil Panglima: Kodap VIII Intan jaya Apeni Kobogau
Komandan Operasi Kodap VIII intan jaya: Karel Tipagau
Staff Operasi: Apeletius Kobogau.
Lewis Kogeya
Agus Kogeya
Dan Penanggungjawab tertinggi Komando Perang Pembebasan Nasional Papua Barat yang telah dan sedang dilakukan oleh KOMNAS TPNPB adalah Panglima Tinggi Gen Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Umum Mayor General Lekagak Telenggen.
Catatan Penting untuk diketahui ole semua Journalists:
Pada tanggal 1 Desember 2022 KOMNAS TPNPB-OPM bersama Rakyat bangsa Papua Barat akan mengeluarkan Dua Deklarasi umum, Dan deklarasi ini termasuk mengumumkan Perang Revolusi TOTAL untuk usir Pendudukan Illegal Pemerintah Kolonial Republik Indonesia di atas Tanah Leluhur Bangsa Papua.
Oleh karena itu kami undang kepada semua Wartawan dari berbagai media di seluruh dunia bisa ikuti acara deklarasi kami untuk wartakan supaya dapat diketahui oleh public secara global, dan dalam deklarasi ini Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Sebby Sambom akan ada di medan Perang di Markas TPNPB-OPM, dan wartawan bisa berkomunika kasih langsung melalui Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Sebby Sambom .
Demikian Siaran Pers ini dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, dan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM bertanggungjawab atas siaran Pers ini.
Diteruskan kepada semua pihak oleh Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Sebby Sambom, dan terima kasih atas dukungan serta kerja sama yang baik, Tuhan memberkati kita semua.




