Segunda-feira 27/09/2021.
Dari : Domingas de Deus Maia
Setelah mendengar dan melihat postingan di facebook, entah pengulangan atau baru namun tetap merasa terkejut dan merinding juga. Lalu muncullah banyak pertanyaan spekulatif tentang Fretilin yang mana yang mau/akan dimuseumkan atau dimargasatwakan?
*Apakah Fretilin’75? Fretilin 2000? Rakyat TL itu sendiri yang telah merebut kembali kemerdekaan ini? Ataukah hanya kedua presiden dari dua partai terbesar – Fretilin dan CNRT – yang saling berselisih pendapat politik, lalu saling mendorong siapa yang akan lebih dulu dimuseumkan?
Tapi kalau Fretilin dan CNRT yang dulu menjadi payung pelindung rakyat dalam mencapai kemerdekaan sampai tahun 2000 sebagai sejarah, apa salahnya?
Saya berpikir, yah, memang sudah waktunya.
Tapi saya yakin sepenuhnya bahwa simpatisante dari kedua pemimpin (MA & XG) sama sekali tidak menginginkan terjadinya hal ini dengan dalih dan alasan yang masuk logika manusia sekalipun dapat mendorong kedua pemimpin itu ke museum karena mereka berdua masih bernafas. Terkecuali jika hukum natural (alam) yang menentukan maka itu lain soal.
Untuk menanggapi aneka pertanyaan misterius yang muncul di facebook; dan
bukan hanya itu, akan tetapi bahkan sudah beberapa kali dibuat pernyataan seperti ini. Kalau hanya sebagai materi dalam kampanye politik. Itu sah-sah saja.
Tapi apakah ini hanyalah sekedar sebuah pernyataan politik dari seorang politikus kawakan seperti MA ataukah sungguh-sungguh akan menjadi cikal-bakal suatu sikap pembelaan dasariah terhadap partainya?
Teman-teman, ini perlu dicermati dengan akal sehat sungguh-sungguh agar masyarakat kita yang sudah tidak awam lagi …, tidak menjadi terperangkap oleh belenggu dosa para bapak-bapak yang katanya menjadi pendiri bangsa ini.
Dan dikarenakan banyak kali MA menyebut secara langsung nama rekan seperjuangan XG yang begitu dikasihi dan dijuluki oleh sebagian besar rakyat TL sebagai salah seorang pahlawan bangsa, maka patut dipertanyakan apakah benar XG yang mengucapkan kalimat tersebut dan dalam arti apa?
Tentu saja, jika benar bahwa MA menyatakan hal tersebut maka dapat diduga bahwa MA pastilah mempunyai bukti-bukti akurat untuk dapat digunakan untuk mempertanggungjawabkan pernyataan tersebut.
Dan jika memang benar apa yang dikatakannya itu, apakah XG keluar dari Fretilin demi membentuk CRRN, CNRM dan CNRT dulu dan yang sekarang maka jiwanya bukan lagi Ukun Rasik An (URA)? Ataukah karena telah memisahkan diri dari Fretilin maka dasar kejiwaan ideologi kemerdekaan dari partai Fretilin juga telah luluh lantah juga? Lalu apa sih makna dari dalih-dalih yang dikemukakan oleh XG dalam banyak kesempatan beliau malahan menyatakan dirinya sebagai pembela ulung ideologi Fretilin walau harus dengan berganti sistem ideologi pemerintahan?
Kita sudah menyaksikan contoh yang paling aktual untuk diketahui generasi muda ialah pada saat XG membela diri terhadap tuduhan Mauk Moruk di CCD (…).
Dengan demikian, hanya sejarahlah yang akan membuktikan kebenaran yang faktual dari semuanya itu.
Jadi keinginan kita adalah jika ingin tetap menjaga ke-eksistensia-an masing-masing partai yang ada saat ini, maka yang ideal adalah merancang saja dialog terbuka agar masyarakat umum TL tahu dan tidak terus-menerus berada dalam kebingungan seperti saat ini.
Bila kita mengamati situasi ini sejak dulu, kenapa yang selalu ribut itu hanya berasal dari kelompok partai yang sama ideologinya dengan Fretilin?
Maka muncul lagi pertanyaan kita: Ada apa di balik ini semua?
Tentu ada hal yang tidak sehat kalau melihat terjadinya konflik yang terus-menerus seperti ini setelah merebut kembali kemerdekaan RDTL dari tangan Indonesia.
Aduh, kasian! Kapan ya rakyat TL ini bisa dapat sungguh-sungguh menikmati suasana damai sejahtera sebagaimana yang diimpikan sejak awal perjuangan panjang selama berabad-abad. Lalu sekarang hanya karena sikap arogansi dan sikap menutup diri dari para pemimpin bangsa ini, lalu memaksa rakyat yang nasih miskin dan menderita terus ini untuk mengorbankan begitu saja hak kemerdekaanya?
Rakyat ini barangkali dapat diibaratkan sebagai hewan langka yang tetap terkurung dalam terali besi-baja dikarenakan sikap arogansi para pemimpin bangsa yang kini lagi membeku kedinginan.
Sedangkan partai-partai yang lain seperti UDT, PSD, APODETI, dll. kenapa tidak ikut ribut-ribut ? Apakah karena mereka ini adalah kelompok partai minoritas sehingga hanya akan menjadi korban penopang ataupun ejekan dan tuduhan politik dari yang lain? Bukankah semestinya akan menjadi suatu keuntungan bagi partai-partai yang merasa diri lebih besar dan benar itu yang menjadi payung pelindung bagi partai-partai yang kecil itu sehingga barangkali bisa mendapat semangat berafiliasi dalam kampanye pemilihan-pemilihan selanjutnya?
Dari mulut para pemimpin bangsa ini sudah sering dilontarkan slogan-slogan lewat corong retorika polítika tentang Kesatuan dan Persatuan Bangsa yang harus dikedepankan. Tetapi pada kenyataanya lain, ke”angkuhan” dan ke”akuan” pribadi merelah yang ditonjolkan sehingga dapat mengkotak-kotakan masyarat, bukan untuk saling bertoleran, tetapi malahan berkonflik dan bermusuhan.
Hati-hatilah! Bagi masyarat yang kurang kritik dalam sikap dan tingkah lakunya akan termakan oleh isu-isu iriil manipulatif hanya sebagai bahan konsumsi politik yang dapat dengan mudah menggugat, menyulut dan membakar semangat keberpihakan masyarakat kepada pemimpin yang satu dan membangun sikap penolakan membabibuta terhadap yang lain dengan caci-makian sehingga akan tetap aman untuk mempertahan posisinya.
Dan cara-cara berpolitik murahan seperti ini sudah menjadi sangat lumrah dengan maksud untuk membakar ataupun memancing emosi masyarakat yang fanatik dan radikalistik untuk membela pemimpinya masing-masing.
Tapi memang satu hal yang harus kita acungi jempol dan mengakui bahwa kedewasaan serta kematangan mental masyarat TL, dari dulu sampai sekarang, masih tetap berdiri tegak kokoh pada level yang normal sekalipun ia harus berhapan dengan situasi menantang yang sering membuatnya harus terisolir secara psikologis gara-gara tingkah laku egoistik para pemimpin bangsa ini.
Mari kita belajar banyak dari pengalaman emas ini.

